3 Cerita Inspiratif Masyarakat di Batanghari Majukan Sekolah

0
100

Viraljambi.com, BATANGHARI- Guna menumbuhkan rasa cinta terhadap keberadaan sekolah, banyak cerita inspiratif masyarakat di Kabupaten Batang Hari dalam rangka memajukan sekolahnya. Hal itu disampaikan oleh masyarakat terhadap kemajuan pendidikan di bumi Serentak Bak Regam berkat hadirnya Tanoto Foundation. Dua kecamatan mitra, Muara Bulian dan Pemayung melalui Program PINTAR (Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran) melangsungkan kegiatan pelatihan Modul II Manajemen Berbasis Sekolah yang dihadiri 104 peserta di Kota Muara Bulian, Kamis, (24/10/2019).

Dalam kegiatan tersebut, semua peserta menyampaikan keberhasilan manajemen berbasis sekolah modul I seperti budaya baca, pembelajaran, maupun manajemen sekolah.

“Melalui manajemen sekolah, sumberdaya yang ada di sekolah bisa digali dan dimusyawarahkan bersama komite, guru dan seluruh warga sekolah lainnya,” ujar Yati Karwati, fasilitator MBS Tanoto Foundation.

Cerita inspiratif datang dari MTsN 1 Batang Hari, komite madrasah tersebut, Abdullah, menuturkan sistem manajemen madrasah yang bagus mempengaruhi kualitas madrasah secara keseluruhan, seperti yang ia ceritakan bagaimana mendorong kepala sekolah mengumpulkan masyarakat, ”Setelah mengikuti pelatihan MBS Tanoto Foundation modul I, saya langsung mengumpulkan masyarakat untuk memetakan kebutuhan apa saja dalam membangun sekolah,” ujar Pak Abdullah, panggilan akrabnya.

Bukan hal yang mudah mengumpulkan masyarakat, baginya hal tersulit adalah ketika menyampaikan apa yang menjadi kebutuhan madrasah. Namun hal tersebut sirna ketika semua masyarakat dan orang tua mau membantu madrasah.

“Kuncinya adalah kebersamaan, dan keterbukaan,” ujarnya.

Madrasah yang terletak di Kota Muara Bulian tersebut mengajak peran serta masyarakat dalam memperindah ruang kelas menjadi kelas yang literat.

“Kebetulan di madrasah kami ini sedang giat meningkatkan program budaya baca, maka salah satunya membuat pojok baca,” tukasnya.

Abdullah menambahkan, yang terpenting adalah tidak ada paksaan dan berdasarkan musyawarah mufakat secara bersama-sama, “Pembangunan lapangan madrasah misalnya, dibantu gotong royong masyarakat, dan tentu saja berdasarkan kesepakatan serta tidak ada paksaan dalam bantuan ini,” tambahnya.

Kisah inspiratif lainnya datang dari komite SDN 45/I Sridadi Siti Aminah, ia menyampaikan kemajuannya berkat dukungan masyarakat, salah satunya adalah gotong royong membangun musholla, ”Ya, masyarakat di sekitar madrasah membuat musholla untuk kebutuhan ibadah,” ucap Siti.

Masyarakat di sekitar Sridadi sadar bahwa pendidikan merupakan jalan menuju kesuksesan, makanya orang tua selalu mendukung program sekolah.

”Peran serta orang tua, salah satunya adalah datang setiap hari kamis untuk menemani anaknya membaca,” ujar Ibu Desmaini, kepala SDN 45/I Sridadi.

Kisah inspiratif lainnya datang dari SMPN 17 Batang Hari, untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan nyaman, ibu Herlina, kepala sekolah, mengajak orang tua dan masyarakat untuk membantu ban bekas yang bisa diolah menjadi pot bunga.

”Agar asri sekolahnya, orang tua menyumbang ban bekas,” ucap Ibu Herlina.

Pada praktiknya, dalam mengajak peran serta masyarakat, sekolah tersebut tidak memaksa orang tua dan masyarakat, semua dimusyawarahkan. ”Jadi, kami menyampaikan apa yang menjadi kebutuhan sekolah, lalu kita bahas bersama-sama,” ujarnya.

Bunyamin, Komite SMPN 17 Batang Hari mengaku dengan kepemimpinan Ibu Herlina, karena semua warga sekolah dilibatkan dalam menyusun program sekolah, ”Majunya sekolah berawal dari perencanaan, dan semua diajak untuk bersama-sama membangun sekolah,” ucap Bunyamin.

LEAVE A REPLY