Melirik Program PINTAR di Batanghari, Dulu Pemalu Kini Berani Tampil

0
202

Viraljambi.com, BATANGHARI- Dua tahun yang lalu, kepercayaan diri siswa SMPN 19 Batang Hari untuk tampil di depan kelas masih banyak yang belum berani, hal ini dikarenakan belum menerapkan pembelajaran aktif. Kini, sekolah yang berlokasi di jalan Gajah Mada KM 68 Muara Bulian tersebut memiliki banyak perubahan, salah satunya adalah kepercayaan diri siswa semakin tumbuh berkat hadirnya pembelajaran aktif Program PINTAR Tanoto Foundation.

Nelly Susmita (48 th), guru Bahasa Indonesia SMPN 19 Batang Hari mengatakan berkat pelatihan yang ia ikuti, kini siswanya terbiasa mempresentasikan hasil diskusi di kelompoknya dan di depan kelas, hal itu terungkap ketika Ibu Nelly mengikuti pelatihan modul II Program PINTAR Tanoto Foundation yang diikuti 66 guru mata pelajaran kecamatan mitra Tanoto Foundation yaitu Kec. Pemayung dan Kec. Muara Bulian di aula Kementerian Agama Kabupaten Batang Hari, Rabu, (20/11/2019).

“Tentu saja ada pengaruhnya, berkat pelatihan dari Tanoto Foundation murid-murid saya menjadi lebih berani tampil di depan kelas, khususnya mata pelajaran Bahasa Indonesia,” ungkap bu Nelly.

Fhilal Akmal Raihan (14 th), siswa kelas VIII, salah satu murid bu Nelly sekarang lebih berani ikut lomba drama, seperti lomba drama Tapa Melenggang dalam rangka HUT Kabupaten Batang Hari tahun 2019.

”Dulu Fhilal itu pendiam dan pemalu, ia kini terbiasa menyampaikan gagasan sendiri di depan kelas dan kelompok, membuatnya berani tampil seperti teman-teman lainnya yang mengikuti lomba,” ujarnya.

Selain Ibu Nellya, ada juga Ibu Senja Yuniarsih, guru IPA SMP IT Ash-Shiddiiqi Pemayung yang mengatakan berkat pembelajaran aktif di dalam kelas kini siswa menjadi aktif mencari gagasan sendiri, lalu berani menyampaikan pendapat,

“Ada keberanian dan kepercayaan diri siswa ketika saya melakukan pembelajaran aktif di kelas, saya hanya menjadi fasilitator di kelas sehingga siswa menjadi berani menyampaikan pendapat di depan orang banyak,” ungkapnya.

Perubahan guru dalam mengajar tentu saja membawa angin segar bagi prestasi siswa, “Setelah dilatih Tanoto Foundation, kami memahami bahwa guru menjadi fasilitator yang baik kepada siswanya, biarkan siswa lebih banyak mengeksplor kemampuannya, banyak siswa lebih pede mengikuti lomba IPA dan story telling,” ujar Ibu Senja.

Sebagai informasi, saat ini Tanoto Foundation terus melatih guru-guru mata pelajaran SMP dan MTs yang ada di Kabupaten Batang Hari untuk mengimplementasikan Program PINTAR (Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran). Selain Program PINTAR, di Tanoto Foundation juga ada Program SIGAP (Siapkan Generasi Anak Berprestasi) dan Program TELADAN (Transformasi Edukasi untuk melahirkan Pemimpin Masa Depan).

Fasilitator Nasional Program PINTAR Tanoto Foundation Metty Hartina, menargetkan output pelatihan itu agar guru lebih memahami kekhasan mapel masing-masing. Karena ada kompetensi inti yang harus dicapai setiap mapel berbeda.

”Ketika guru sudah merancang proses belajar yang mencapai kompetensi inti, diharapkan pengetahuan siswa bukan berdasarkan pengetahuan buku teks lagi, tetapi sudah ada hasil dari proses berpikir dari setiap proses pembelajaran,” ujar Metty.

Metty menambahkan, pemahaman kekhasan mapel masing-masing menjadi target utama pelatihan modul II praktik baik dalam pembelajaran. Sementara itu pengetahuan siswa diharapkan bukan berdasarkan pengetahuan buku teks, namun merupakan hasil proses berpikir dari setiap proses pembelajaran yang bermakna yang dilakukan siswa.

(Redaksi)

LEAVE A REPLY