Cabuli 4 Anak, Kakek 65 Tahun Penjual Martabak Diciduk Polisi

0
210

Reporter: Jeki Santoso

 

Viraljambi.com_Muarojambi- Kakek 65 tahun penjual martabak manis yang biasa mangkal di sekitar jembatan aurduri 1 Asal desa penyengat Olak ini akhirnya ditangkap polisi akibat ulahnya melakukan tindakan cabul terhadap empat orang anak di bawah umur.

Penangkap terhadap kakek ISHAK Alias NING ISHAK, umur 65 Tahun, Laki-laki, Pekerjaan Penjual martabak, yang beralamat di Rt. 08 Desa Penyengat Olak Kecamatan Jaluko, Kabupaten Muaro Jambi, dilakukan dikediaman nya pada Selasa siang (09/06/20).

Hal ini diungkapkan oleh Kapolres Muaro Jambi AKBP Ardiyanto, penangkapan dilakukan berdasarkan surat laporan dari orang tua korban Nomor : LP / B – 34 / VI / 2020 / Ma. Jambi / SPKT, 08 Juni 2020.

“Pelaku membujuk korban kerumahnya bersama temannya lalu didalam kamar, kedua korban disuruh buka celana dan diperlihatkan film porno dari hp terlapor, dan saat itu pelaku mengambil cairan body lotion merk Citra dandi oleskan ke kemaluan korban, lalu kemaluan korban di kocok hingga menegang, kemudian terlapor membuka celananya lalu dalam keadaan terlentang ke atas sambil mengangkang, pelaku menyuruh korban memasukkan kemaluan nya ke dubur pelaku, kemudian korban mengayunkan pinggulnya maju mundur dan sekira 1 menit kemaluan korban mengeluarkan cairan kental didalam dubur pelaku, Setelah itu pelaku menyuruh temannya bergantian” ungkapnya.

Setelah selesai korban dan temannya memakai celana, lalu masing-masing anak yang masih dibawah umur tersebut di beri uang oleh sang kakek sejumlah Rp. 50.000 per anak, Kejadian ini telah dialami oleh korban sebanyak dua kali dan terakhir kali pada tanggal 27 Mei 2020 sekira pukul 22.00 wib di kamar rumah terlapor.

Saat ini pelaku telah dibawa ke sel tahanan polres Muaro Jambi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, dan dijerat dengan pasal pencabulan terhadap anak dibawah umur, dan undang-undang perlindungan anak.

“Menurut Ayat (1) pasal 82 Undang-Undang tersebut, pelaku pencabulan terhadap anak dipidana penjara paling sedikit lima tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar rupiah” tutupnya.

LEAVE A REPLY